Tips Cara Kenali Hoaks Gempa

Tips Cara Kenali Hoaks Gempa - Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengimbau supaya masyarakat tidak gampang terpengaruh soal informasi bohong (hoaks) yang didapatkan tentang gempa.


"Saya percaya siapapun bisa dengan mudah menciptakan tulisan semacam informasi gempa dan prediksi gempa 'karangan' (dan) selanjutnya diunggah di media sosial," jelasnya dalam penjelasan pers yang diterima, Jumat (24/8).

Daryono lantas memberikan sejumlah poin guna mengenali apakah informasi tentang gempa adalah kabar hoaks atau tidak.

Pertama, pastikan informasi didapat dari lembaga sah penyedia informasi gempa. Jika mereka tidak melafalkan lembaga, alamat, nomor kontak lembaga dan nama petugas yang bisa dihubungi. Maka sebetulnya mereka tidak bertanggung jawab," tulisnya.

Saat ini, tidak sedikit lembaga sah penyedia informasi gempa laksana BMKG, USGS (Amerika Serikat), JMA (Jepang), GFZ (Jerman), EMSC (Mediterania), Geoscope, CEA (China), dan lain-lain.

Kedua, mereka tidak menyatakan metoda ilmiah ataupun data yang dipakai untuk memprediksi. Di samping itu, Daryono pun mengingatkan bahwa sampai saat ini belum terdapat satu juga lembaga ilmiah dunia yang sudah dapat memprediksi kapan gempa bakal terjadi.

Satu-satunya prediksi tepat soal gempa sempat terjadi di China tahun 1975. Namun, setelah tersebut China dan sekian banyak  negara dunia lainnya tak sukses memprediksi kapan gempa bakal terjadi. Sekalipun mereka sudah mencoba mengerjakan metode yang sama bahkan dengan perangkat yang lebih modern sekalipun.

Ketiga, pembaca harus kritis. Sebab, pada sejumlah kasus soal hoaks gempa yang dicermati, isu hoaks tersebut seringkali mengakali nama BMKG atau lembaga lainnya guna mendapat keyakinan pembaca.

Di samping itu, mereka pun seringkali mengerjakan klaim metoda pemantauan tertentu untuk kian memperkuat argumen mereka. Meski ketika ditelusuri tahu, argumen metode riset yang mereka sebutkan sebetulnya salah.

Keempat, mereka biasanya menyebutkan klaim "infovalid" atau "valid" dalam cuitannya. Ini ialah salah satu trik persuasi guna menguatkan kepercayaan pembaca bahwa informasi yang mereka berikan memang telah divalidasi.

Untuk itu, baiknya penerima pesan memasang kacamata skeptis pada tiap informasi yang diterima dan menggali tahu terlebih dulu pada penjelasan yang diberikan.

Informasi yang diciptakan dengan tidak bertanggung jawab ini menurut keterangan dari Daryono ibarat seorang anak sesudah melempar petasan lantas lari dan bersembunyi.

Makanya, ia menyuruh masyarakat guna tetap percaya pada akal sehat ketimbang terburu oleh kepanikan yang memang sengaja di bina dari kabar hoaks itu.

Kebanyakan kabar bohong ini memang memainkan psikologis pembaca dan memanfaatkan kepanikan warga supaya suasana tidak kondusif.

Sekian artikel saya tentang Tips Cara Kenali Hoaks Gempa semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tips Cara Kenali Hoaks Gempa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel