Rudiantara Imbau Pengembang Game Untuk Patuhi Batasan Usia Pemain

Rudiantara Imbau Pengembang Game Untuk Patuhi Batasan Usia Pemain - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan developer gim lokal guna mengategorikan permainan cocok dengan batas usia yang telah ditata dalam Indonesia Game Rating System (IGRS). Rudiantara menuliskan IGRS telah mengklasifikasikan kumpulan usia gamer, yakni umur 3 tahun ke atas, 7 tahun ke atas, umur 13 tahun ke atas, 18 tahun ke atas seluruh usia.


Rudiantara menyatakan dalam IGRS pun mengklasifikasikan konten-konten gim seperti eksistensi rokok, minuman keras, pemakaian bahasa, seksual, interaksi daring dan beda lain. Khusus guna gamer 3 tahun hingga 12 tahun, pengembang tidak boleh membuat gim yang berisi hal-hal tersebut.

Bahkan untuk kumpulan usia 3 tahun hingga 12 tahun ini tidak diizinkan untuk terhubung ke jaringan saat bermain gim.

"Isinya jangan ada rokok, kata kata kasar, dan jangan terhubung dengan jaringan ini guna 3 tahun ke atas. hingga 12 tahun. Kami menganjurkan harus didampingi orang tua. Tujuh tahun ke atas pun sama. 13 tahun baru boleh tersambung ke jaringan. Tapi pemakaian datanya seizin yang punya data. Transaksi pun harus melewati orang tua," ujar Rudiantara di area Kuningan, Jakarta Selatan Kamis (9/8).

Rudiantara menyatakan IGRS ialah hasil implementasi dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia nomor 11 tahun 2016 mengenai Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. IGRS kata Rudiatara adalah hasil kerja sama dari Kominfo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan sejumlah asosiasi games.

Rudiantara menyebut IGRS ketika peluncuran platform gaming berbasis cloud yang menciptakan seluruh gim triple A dapat dimainkan di komputer spesifikasi rendah atau bahkan di ponsel Android. Rudiantara memandang IGRS juga dapat menjadi wadah market place untuk para developer local guna menjaring pasar yang lebih luas.

"Pelaksanaan nanti terdapat semacam istilah pemantauan setelah market. Jadi untuk pengembang gim saya sarankan gunakan IGRS agai cocok sasarannya. Skyegrid ini laksana market place platform pada akhirnya. Tidak terlepas sebahai tanggung jawab menilai rating. Skyegrid ini guna 13 tahun keatas. Usia di bawah tersebut tidak boleh masuk ke Skyegrid," kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan bilamana ada developer yang melanggar IGRS ini maka dapat dihukum atau didenda cocok dengan beleid Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik.

" Kalau bandel dapat dihukum, mengacu pada UU ITE terdapat denda dan hukuman bilamana melanggar. Tapi lebih baik tidak boleh melihat masalah hukumannya, namun kontribusi developer gim guna memajukan dan mendidik anak-anak muda lokal," ujar Rudiantara.

Dalam peluang yang sama, CEO Skyegrid, Rolly Edward mensyukuri adanya IGRS. Pasalnya, developer gim mempunyai panduan mengenai kaidah-kadiah batas usia sebuah gim.

"Kita beruntung dengan adanya standarisasi ini tentunya kita hti-hati danmengawal konten itu supaya mendidik anak-anak. tidak melulu sebagai infotainment namun ini guna mendidik juga. 18 tahun ke atas dapat main di Skyegrid," ujar Rolly.

Rollly memastikan Skyegrid akan mengekor peraturan IGRS dan secara bertahap mengerjakan klasifikasi gim-gim yang terdapat di Skyegridcocok dengan ajakan Rudiantara. Rolly menegaskan semua gim yangterdapat di Skyegrid sudah lulus uji jajaki rating global.

"Gim di Skyegrid telah lulus rating oleh badan swakelola Amerika Serikat Entertainment Software Rating Board (ESRB). ESRB secara rutin menciptakan rating video menurut umur dan konten," ujar Rolly.

Sekian artikel saya tentang Rudiantara Imbau Pengembang Game Untuk Patuhi Batasan Usia Pemain semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Rudiantara Imbau Pengembang Game Untuk Patuhi Batasan Usia Pemain"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel