Penggugat Facebook Tak Terima Alasan Salah Nama

Penggugat Facebook Tak Terima Alasan Salah Nama - Penggugat Facebook di Indonesia, tidak menerima dalil salah nama perusahaan yang dijadikan dalil bagi Facebook Indonesia mangkir dari sidang. Dengan demikian, mereka tak akan mengolah nama nama Facebook Indonesia dalam surat pemanggilan.


Gugatan ini dilaksanakan kepada pihak Facebook Indonesia berhubungan sidang perdana gugatan kebocoran data pemakai Facebook di Indonesia yang dikemukakan oleh LPPMII dan IDICTI.

Penggantian nama ini ditawarkan oleh majelis hakim minggu lalu sesudah pihak Facebook tak muncul sidang. Hakim memberi waktu sampai Senin (27/8) untuk penggugat untuk mengolah nama tergugat atau tidak dalam surat panggilan.

"Kami tidak bakal merubah nama penggugat dari Facebook Indonesia menjadi Facebook Consulting Indonesia," ujar kuasa hukum Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) dan Indonesia ICT Institute (IDICTI) Jemy Tommy lewat pesan singkat, Minggu (26/8).

Rhama R.V., unsur dari kesebelasan kuasa hukum penggugat menyinggung gugatan yang diayunkan atas nama Facebook Indonesia telah tepat dan tidak sedikit bukti yang tersebar di publik. Oleh sebab itu, kuasa hokum memandang perubahan nama dari Facebook Indonesia menjadi Facebook Consulting Indonesia bakal menyesatkan.

"LPPMII tahunya skandal kebocoran data individu Facebook Cambridge Analytica telah terjadi semenjak 2014, dan diketahui Facebook telah berkantor di Indonesia semenjak 2014. Sedangkan PT Facebook Consulting Indonesia sah berkantor di Indonesia bulan Agustus 2017," ucap Rafli H, yang jadi unsur dari kesebelasan kuasa hukum penggugat.

Menanggapi tidak datangnya pihak Facebook Indonesia ke sidang dengan dalil salah nama, Ketua IDICTI Heru Sutadi mempersilahkan Facebook Indonesia untuk mengerjakan protes.

Kendati demikian, Heru mengingatkan bahwa penulisan jabatan dan nama perusahaan di sekian banyak  media di Indonesia memang memakai kata "Facebook Indonesia".

"Silahkan Facebook protes, dan usahakan berkaca dulu sebelum protes lagi. Nanti publik dapat menilai apakah sekitar ini artikel Facebook Indonesia tergolong tulisan jabatan pejabat Facebook Indonesia yang beredar di media-media elektronik dan cetak merupakan kedustaan publik atau hoaks? Jika kini Facebook mengklaim mohon dipanggil Facebook Consulting Indonesia maka jangan melulu protes ketika dipanggil sidang dong," kata Heru.

Sidang perdana gugatan kebocoran data pemakai Facebook di Indonesia dilakukan pada Selasa (21/8) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mesti ditunda sampai tiga bulan. Sidah dijadwalkan akan dilangsungkan kembali pada 27 November 2018.

Penundaan sidang dilaksanakan karena pihak tergugat yakni, Facebook pusat, Facebook Indonesia, dan Cambridge Analytica tidak datang pada persidangan.

Setelah sidang ditunda, pihak kuasa hukum IDICTI dan LPPMII sempat meminta pertolongan kepada pihak Kedutaan Besar Inggris untuk mengucapkan surat panggilan persidangan untuk Cambridge Analytica yang beralamat di New Oxford, London, Inggris.

Sekian artikel saya tentang Penggugat Facebook Tak Terima Alasan Salah Nama  semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penggugat Facebook Tak Terima Alasan Salah Nama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel